Ketika Al-Qur’an Berbisik Tentang Malam ke-27 Ramadan

Home  >>  Berita  >>  Ketika Al-Qur’an Berbisik Tentang Malam ke-27 Ramadan

Ketika Al-Qur’an Berbisik Tentang Malam ke-27 Ramadan

On Maret 17, 2026, Posted by , in Berita, With No Comments

Ada sebuah pendekatan menarik yang sering dibagikan oleh para ulama dan pecinta tadabbur Al-Qur’an dalam memahami kemungkinan jatuhnya Lailatul Qadr pada malam ke-27 Ramadan. Pendekatan ini bukan dalil pasti, melainkan isyarat indah yang mengajak kita semakin mencintai Al-Qur’an.

Kalimat “ليلة القدر” (Lailatul Qadr) jika dihitung terdiri dari 9 huruf. Dalam Surah Al-Qadr, Allah mengulang kalimat tersebut sebanyak 3 kali. Maka sebagian ulama dan ahli hikmah mengalikan:

9 huruf × 3 pengulangan = 27

Angka 27 ini kemudian dikaitkan dengan malam ke-27 di bulan Ramadan sebagai salah satu malam yang paling kuat dugaan sebagai Lailatul Qadr.

Namun, penting untuk dipahami bahwa ini bukanlah penetapan pasti. Rasulullah SAW sendiri tidak memastikan tanggalnya secara tegas, bahkan dalam banyak hadits beliau menganjurkan untuk mencarinya di malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Justru di situlah letak keindahannya. Allah SWT menyembunyikan Lailatul Qadr agar kita tidak hanya beribadah satu malam saja, tetapi bersungguh-sungguh di banyak malam.

Seakan Allah ingin berkata:

“Jangan hanya mencari satu malam, tapi jadilah hamba yang hidupnya dipenuhi malam-malam penuh ibadah.”

Maka, jika malam ke-27 adalah salah satu peluang besar, jangan sampai kita hanya fokus di sana, karena bisa jadi Lailatul Qadr hadir di malam lain untuk menguji kesungguhan hati kita.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan Amiin.

Tinggalkan Balasan